Sedalam Rahasia


[Cerpen] Teruntuk Dia yang Buta

Posted in Romance, Short Stories by michelle on the 7 November 2009
Tags:

000001

Pernah ada seorang teman yang bilang padaku, jika kau menjadi seorang seniman kata-kata, aku berani bersumpah: akan ada orang yang ingin kau sentuh dengan kata-katamu. Perihal segalanya.

Alias kau akan menulis untuk seseorang, yang tentu begitu spesial di hidupmu. Yap, aku selalu menulis untuk seseorang. Aku ingin menyentuhnya. Seorang gadis, manis dan lembut. Biasa duduk di atas ayunan di pinggir pantai ketika senja jingga hadir di sore hari. Dia selalu ditemani seorang perawat di sebelahnya. Karena matanya buta.

Aku pernah menatapnya langsung ketika orang tuanya menyuruhku mengabadikan kebersamaan keluarga mereka di atas kanvas; diam-diam kurekam warna di wajahnya. Bulu matanya lentik; dan bukan karena maskara, bibirnya tipis merekah merah jambu, pipinya merona merah ketika ditempa panas; bukan karena blush on tentu. Karena kecantikan apa yang bisa diharapkan seorang tuna netra?

Segala yang ada di dirinya begitu natural; bahkan harum tubuhnya yang membuatku jatuh cinta. Apa yang sebenarnya membuatku jatuh cinta – alamkah?

Aku pria mapan dua puluh delapan, ke mana-mana menenteng sketch book dan kamera analog di tangan, tinggal di villa di dekat pantai, berjalan kaki barang berapa menit sudah kutemukan segala hal yang memantik inspirasi; turis-turis yang lalu-lalang, buku-buku berbahasa asing yang tebal dan murah, bercangkir-cangkir kopi, tanpa rokok. Apa yang kurang dari kehidupan seorang pria lajang sepertiku? Yang tentu tidak akan mati karena kanker paru-paru.

Selain seorang gadis. Manis dan manja. Selalu berdiri di pinggir pantai ketika hujan turun; dengan seorang perawat memegang payung di sisinya.

Kepadanya, seorang seniman kata-kata sepertiku jatuh cinta. Seseorang yang ingin kusentuh dengan kata-kataku, namun takkan pernah bisa. Karena dia buta. Selamanya buta.

P.S. : teruntuk seseorang yang buta yang mengisi hari-hariku.

Kamis, 01 Januari 2009
21:07:38

Filsafat Ilmu

Selasa, 11 Agustus 2009 | 17:07 WIB

Yk, PK5 — Sejak kecil, saya sudah memiliki ketertarikan yang kuat pada banyak hal. Dan ketertarikan saya ini semakin menjadi-jadi setelah saya membaca literatur Mama saya, yakni Filsafat Ilmu. Dalam buku ini saya mempelajari bahwa ada banyak cabang ilmu di dunia ini yang bisa dipilah untuk dipelajari. Dan betapa sayangnya pula, bahwa tidak semua cabang ilmu itu akan kelak bisa kita pelajari di jenjang pendidikan setelah SMA.

Saya akui, semenjak saya membaca Filsafat Ilmu, wawasan saya semakin terbuka. Dari yang tadinya sewaktu SD rajin tidak masuk sekolah (rekor terlama, enam bulan),  SMP tidak pernah mendapatkan ranking di atas sepuluh besar, kemudian setelah SMA tiba-tiba menjadi menyabet peringkat pertama terus menerus di kelas dan sempat pula menjadi juara umum di sekolah.

Mungkin saya memang tipe pembelajar yang perlu mengetahui peta garis besar dari suatu bidang, barulah saya bisa mengerti dan memahami apa yang mesti saya lakukan di dalam pembelajaran saya itu. Maka,  menemukan buku Filsafat Ilmu yang ditulis oleh Jujun S. Suriasumantri adalah sebuah karunia tersendiri bagi saya.

Meski banyak orang mengatakan, bahwa pikiran yang terlampau kompleks itu tidak  baik dan bahwa saya harus fokus pada satu tujuan dengan satu bidang ilmu saja, saya tetap tidak bisa menyingkirkan ketertarikan saya untuk mengetahui seluruh ilmu yang ada dan sedang dipelajari oleh seluruh manusia di muka bumi ini. Menurut hemat saya, kita mungkin belum bisa menguak proses apa yang sebenarnya terjadi di alam semesta ini, tentang siapa yang sebenarnya menciptakan kita, dan mengapa kita ada di muka bumi ini dengan morfologi yang berbeda dari makhluk lainnya hanyalah karena kita terlanjur mengkhususkan diri pada satu bidang dan jarang mengaitkan lagi ilmu kita dengan ilmu-ilmu yang lain. Bahwa, sebenarnya, menurut saya ada jaring tertentu yang harus kita bangun untuk memiliki persepsi yang utuh dan lengkap tentang alam semesta, tata surya, bumi, dan diri kita sendiri sampai ke molekul-molekul terkecilnya, sampai ke bagian-bagian atomnya.

Oleh karenanya, saya akan terus berusaha mengembangkan ketertarikan saya pada semua hal yang ada di dunia ini. Seperti halnya ketertarikan anak keci yang begitu naif dan menggebu-gebu, seperti pula bayi yang baru terjaga dari tidurnya selama di kandungan ibunya.

Dan, setelah belakangan ini saya menemukan banyak situs-situs di internet yang menyajikan literatur-literatur, buku-buku, berita-berita, serta artikel-artikel yang termuat secara gratis berkat pengembangan lisensi GNU, saya akan mencoba mengumpulkan ketertarikan-ketertarikan saya itu di dalam blog ini, dan mungkin akan saya kembangkan serupa jurnal pribadi.  Saya memang belum tahu akan seperti apa itu, karena saya pun baru berusaha mengembangkan bahasa Inggris saya belakangan waktu ini (karena seperti yang kebanyakan kita tahu, bahasa utama di dunia adalah Inggris) maka lain waktu mungkin saya akan meng-update tentang hal yang satu itu.

Ah, saya jadi teringat, dulu sekali ketika saya baru duduk di bangku kelas 3 SD, ketika kami baru untuk kali pertama diajari materi Bahasa Inggris, ketika guru saya waktu itu mengajari kata-kata benda sejenis: apple, you, dan I, serta beberapa grammar kecil-kecilan untuk membuat kalimat dari simple present tense – verbal. Ketika itu, saya memang menjawab benar-semua, tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, saya sangat malas sekali berangkat ke sekolah hingga saya akhirnya banyak ketinggalan pelajaran termasuk pelajaran Bahasa Inggris. Dan tidak seperti teman-teman saya yang lain yang sudah sedari kecil diikutsertakan di kursus-kursus bahasa asing dan atau les musik serta pengembangan minat lainnya, meski kedua orang tua saya cukup berada, mereka tidak mengikutsertakan saya dalam les-les itu dan membebaskan saya untuk sering bolos sekolah. Mungkin seharusnya saya menyesal karena saya telah meninggalkan banyak pengalaman berharga, karena saya malas belajar, dan kini – entah mengapa, sangat jauh tertinggal dalam tataran bahasa dengan teman-teman seusia saya.

Maka dalam rangka menebus kesalahan saya di masa lampau, saya mencoba mempelajari bahasa asing dengan jalan mengumpulkan banyak literatur berbahasa asing yang bisa saya dapatkan cuma-cuma di jejaring internet.

Belakangan, saya menemukan peta garis besar disiplin ilmu yang bisa saya pelajari. Dan saya putuskan untuk menjadikannya kategori di sini. Saya akan berusaha menulis artikel-artikel, cerpen-cerpen, esai, serta naskah-naskah lainnya yang menggunakan tag dalam kategori itu.

Saya mengunduhnya dari: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_academic_disciplines

Post Pertama

Posted in Uncategorized by michelle on the 6 October 2008
Tags:

Entah mau tulis apa.

Mungkin sekedar perkenalan dan melihat fitur-fitur di WordPress.

Dengan payahnya saya menyayangkan kebodohan saya menguasai weblog wordpress ini.

Selamat berkenalan .

Salam kenal.